NEWSSAHABAT

Tolong Menolonglah Kalian dalam Kebaikan

Tolong menolong adalah sebuah perkara yang sangat mulia.

Oleh: H. Desmawati Djuliar (Ketua Pembina Yayasan Sitalfurqon Palembang)

Tolong menolong adalah sebuah perkara yang sangat mulia. Diantara manusia ada yang memiliki kemampuan untuk menolong saudaranya yang lemah. Lemah dalam kondisi ekonominya, bahkan juga secara fisik. Diantara mereka ada yang cacat sehingga tidak memiliki kesempatan untuk berbuat, jangankan menolong orang lain, namun melakukan kegiatan untuk diri sendiri pun sulit.

Ini salah satu masalah yang mengharuskan kita untuk berbuat baik dengan cara tolong menolong kepada sesame terutama bagi mereka yang lemah. Dalam kondisi seperti ini, juga bisa kita lihat firman Allah, ketika sebuah masyarakatr terganggu dari golongan yang kuat. Maka Allah menurunkan Firmannya;’’ Dia (Zulkarnain) berkata, “Apa yang telah dianugerahkan Tuhanku kepadaku lebih baik (daripada imbalanmu), maka bantulah aku dengan kekuatan agar aku dapat membuatkan dinding penghalang antara kamu dan mereka. (95) Berilah aku potongan-potongan besi,” Hingga ketika potongan besi itu telah terpasang sama rata dengan kedua puncak gunung itu, dia (Zulkarnain) berkata, “Tiuplah (api itu)!” Hingga ketika (besi) itu sudah menjadi (merah seperti) api, dia pun berkata, “Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar aku tuangkan ke atasnya (besi panas itu).” (96). – (Q.S Al-Kahfi: 95-96)

Ayat di atas tentu memberikan gambaran bagi kita agar membantu mereka yang lemah, yang menyebabkan mereka terganggu dari sebuah kekuatan. Begitupun dengan mereka yang susah dalam ekonomi tentu hendaklah bisa dibantu atau ditolong oleh mereka yang kuat ekonominya,.

Konsep Islam, ada yang disebut sedekah dimana mereka yang memiliki kelebihan harta atau rezeki, hendaklah membantu mereka yang lemah dalam ekonomi. Dari Abu Hurairah ra, Nabi SAW, bersabda: “Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Barang siapa yang menutupi aib seorang muslim, pasti Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong hamba Nya selama hamba Nya itu suka menolong saudaranya”. (HR Muslim, lihat juga Kumpulan Hadits Arba’in An Nawawi hadits ke 36).

Baca juga:   Ayo Semarakan Al Furqon Fantastic Competition 2024  di SMAIT Al Furqon Palembang

Karena memang dalam kenyataan, ; “Manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah manusia yang paling banyak bermanfaat dan berguna bagi manusia yang lain. Sedangkan perbuatan yang paling dicintai Allah adalah memberikan kegembiraan kepada orang lain atau menghapus kesusahan orang lain, atau melunasi utang orang yang tidak mampu untuk membayarnya, atau memberi makan kepada mereka yang sedang kelaparan dan jika seseorang itu berjalan untuk menolong orang yang sedang kesusahan itu lebih aku sukai daripada beri’tikaf di masjidku ini selama satu bulan.” (HR. Thabrani).

Di dalam Alquran pun disebutkan oleh Allah dalam firman-Nya;” “Dan pada harta benda mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak meminta.” (Q.S Az-Zariyat: 19)

‘’Siapakah yang memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya kamu dikembalikan.” (QS Al-Baqarah: 245)

Kemudian,’’ Allah berfirman di dalam  Surat An-Nisa Ayat 114 yang artinya :“Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisik-bisikan mereka, kecuali (bisik-bisikan) orang yang menyuruh bersedekah, atau berbuat kebaikan, atau mendamaikan di antara manusia. Dan siapa yang berbuat demikian dengan maksud mencari keridhoan Allah, tentulah Kami akan memberi kepadanya pahala yang amat besar.”

Baca juga:   Para Ustadzah SDIT Al Furqon Palembang yang Menyemarakkan Amaliah Ramadan 1444 H

Betapa menolong orang lain, akan dapat membantu bagi orang baik secara ekonomi atau materi maupun secara bathin atau rohaniyah, bergitu bermakna dan dapat menyuburkan kasih saying dan derajat kemuliaan yang tinggi bagi mereka yang membantu. Tentu meningkatkan derajat mereka yang dibantu.

  Karena pada dasarnya, dianta ummat manusia ini, ada juga yang bermohon kepada Allah, untuk bisa ditolong. Karena keterbatasannya, bahkan karena ketidakberdayaannya. Kecuali hanya karena Allah.”Seperti Nabi Musa.

 “’(Musa) berkata, “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah membunuh salah seorang dari golongan mereka, sehingga aku takut mereka akan membunuhku. (33) Dan saudaraku Harun, dia lebih fasih lidahnya daripada aku, maka utuslah dia bersamaku sebagai pembantu untuk membenarkan (perkataan)ku. Sesungguhnya, aku takut mereka akan mendustakanku.” (34) Dia (Allah) berfirman, “Kami akan menguatkan engkau (membantumu) dengan saudaramu, dan Kami berikan kepada kamu berdua kekuasaan yang besar, sehingga mereka tidak akan dapat mencapaimu. (Berangkatlah kamu berdua) dengan membawa mukjizat Kami, kamu berdua dan orang yang mengikuti kamu yang akan meraih kemenangan.” (35) – (Q.S Al-Qashas: 33-35)

 Gambaran ayat dia tas adalah, Musa takut kepada golongan lain, sehingga memohon agar Allah menolongnya. Begitulah hendaknya kita, harus mengetahui bahwa banyak diantara ummat ini yang membutuhkan bantuan kita sesame manusia juga tentu bantuan Allah, agar kita dan saudara kita itu dapat hidup dengan menjalani kehidupan yang lebih baik.

 Orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (berbuat) makruf dan mencegah (berbuat) mungkar, menegakkan salat, menunaikan zakat, dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka akan diberi rahmat oleh Allah. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. (QS. At-Taubah [9]: 71).

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button