NEWS

Tips Belajar dari William Lulusan S2 Termuda ITB dengan IPK Sempurna 4.0

Sitalfurqon.com – Rosdiana Setyaningrum, M.Psi, MHPEd, psikolog anak dan keluarga, yang kerap disapa Diana ini, berpendapat, anak memang seorang peniru ulung. Setiap saat, mata anak selalu mengamati, telinganya menyimak, dan pikirannya mencerna apa pun yang Anda lakukan. Itu sebabnya, jangan heran jika anak bisa tumbuh menjadi sosok yang sangat mirip dengan Anda-dalam versi kecil.

Nah, karena Anda adalah role model buat anak, maka Anda jugalah yang memutuskan perilaku seperti apakah yang Anda ingin anak tiru dari Anda?

“Sebenarnya, tak ada yang salah dengan perilaku meniru, karena pada dasarnya meniru adalah proses pembelajaran alami semua makhluk hidup,” kata psikolog anak ini.

Dalam hal kaitan tiru meniru ini, seorang anak didik tidak salahnya juga meniru prilaku seorang pemuda yang sangat jenius ini, sehingga dia sukses lulus di perguruan tinggi dengan mudah,cepat dan brilian.

Satu lagi anak muda berprestasi dari tanah air. William Damario Lukito menjadi sorotan karena berhasil menyandang gelar S2 Teknik Telekomunikasi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) di usia 22 tahun.

Berkat pencapaian tersebut, William Damario Lukito menjadi lulusan termuda dan tercepat dengan nilai sempurna IPK 4.0 dalam wisuda periode Juli 2022.

William yang merupakan alumnus Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB itu mampu menyelesaikan program studi S2 dalam kurun waktu kurang dari setahun.

Baca juga:   Salurkan Kencleng Jumat, SDIT Al Furqon Palembang Kerjasama Dengan Rumah Zakat dan Yatim Mandiri

Hal itu karena William mengambil jalur fast track Program Penyatuan Sarjana Magister ITB. Hebat sekali ya,?

Pencapaian William yang membanggakan membuat banyak orang penasaran. Rupanya, ada beberapa kebiasaan yang sering dilakukan oleh William ketika menjadi mahasiswa.

William memiliki prinsip tersendiri mengenai motivasi. Menurut William, kunci utama untuk mendapatkan nilai IPK yang sempurna adalah dengan menyukai materi yang dipelajari.

“Pertama kita harus senang terhadap apa yang kita pelajari. Kita (juga) harus tahu motivasinya belajar suatu hal. Ketika sudah tahu dan matang, maka otomatis ketika mempelajari maka akan termotivasi dengan sendirinya,” ujar William.

Namun tentunya, ia juga pernah menghadapi kesulitan saat belajar. Ketika William tidak memahami materi yang dipelajari, ia menerapkan metode untuk fokus mendengarkan materi di kelas sambil mencatat hal yang belum dipahami.

William memiliki target khusus. Setidaknya, ia harus mampu memahami 50 persen materi yang disampaikan oleh dosen.

“Jika memang tidak paham tentang materinya, metode saya adalah mendengarkan di kelas setidaknya lebih dari 50 persen materi harus masuk otak saya. Saya betul-betul memperhatikan sambil memegang kertas dan alat tulis untuk mencatat hal-hal yang sekiranya miss saat di kelas,” tuturnya.

Beberapa materi kuliah jurusan Teknik Telekomunikasi ITB yang dikenal sangat sulit yaitu Medan Elektromagnetik, Antena, dan Pengolahan Sinyal Waktu Kontinyu dan Pengolahan Sinyal Waktu Diskrit.

Baca juga:   Anak-Anak TKIT Al Furqon Palembang Kumpulkan Donasi Palestina Rp 7,3 Juta Lebih

Untuk lebih mudah menghafalnya, William selalu mempelajari materi tersebut sepulang kuliah. Ia fokus mempelajari materi yang telah ia catat di kampus.

Bagi William, metode tersebut sangat membantunya ketika menghadapi kuis, tengah semester (UTS), atau ujian akhir semester (UAS).

Dengan metode tersebut, William tidak perlu belajar serabutan dengan sistem kebut semalam. Tak hanya itu, ia juga menyebutkan tips berikutnya

Selanjutnya, sepulang kuliah, ia akan mempelajari kembali materi yang ia catat sebelumnya. Menurut William, metode ini sangat membantu ketika menghadapi kuis, ujian tengah semester (UTS), maupun ujian akhir semester (UAS). Sehingga, tidak perlu belajar dengan sistem kebut semalam.

Kunci yang tak kalah penting lainnya, kata William, adalah memiliki teman belajar. Hal ini ia terapkan sejak masuk S1. “Teman diskusi itu sangat penting. Ketika kita tidak mengerti suatu hal, itu ada baiknya diskusi,” tuturnya.

Selain cara belajar yang konsisten tersebut, keberhasilan William tak lepas dari dukungan orang tuanya. Ia mengenang, orang tuanya menanamkan nilai-nilai kedisiplinan dalam mengatur waktu hingga cara belajar. Selain itu, ia juga banyak diskusi dan berlatih sejak SD hingga SMA.

Ayah William yang juga alumnus ITB turut memotivasinya untuk bisa kuliah dengan baik di kampus almamater ayahnya itu. Ia menceritakan kerap diajak keliling kampus bersama ayahnya sejak ia TK.(*)

Sumber : haibunda.com/detikcom

Editor     : Aspani Yasland

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button