NEWS

Ustadz Mulya Sujana, SPd Khotbah Jumat di Masjid SIT Al Furqon Palembang : Lima Kreteria Pemuda Ideal dalam Islam

sitalfurqon.com —  Bangsa Indonesia memiliki hari yang sangat bersejarah yakni Hari Sumpah Pemuda. Peran pemuda saat itu sangat berjasa dalam memerdekakan rakyat Indonesia dari belenggu penjajah. Momentum Sumpah Pemuda tahun 2022 ini, adanya baiknya kita panuti lima kreteria pemuda ideal dalam islam, yang kelak akan membawa Indonesia lebih maju, sejahtera, aman sentosa.

Demikian intisari khotbah jumat di Masjid Kompleks SIT Al Furqon Palembang yang disampaikan Ustadz Mulya Sujana, SP.d, Jumat, 28 Oktober 2022.

Dihadapan para jamaah masjid yang terdiri dari para guru, siswa SIT Al Furqon Palembang dan masyarakat sekitar, Ustadz Mulya Sujana mengungkapkan dirinya sangat miris melihat masih adanya para pemuda atau remaja sekarang ini yang mencoreng ruh dan semangat Sumpah Pemuda.

“Kita sekarang merasakan banyak pemuda yang berbuat begal, narkotika, kebut-kebutan, tawuran antar pelajar dan lainya,” ucap Ustadz Mulya yang juga Guru SD SIT Al Furqon Palembang ini.

Baca juga:   SDIT Al Furqon Palembang Gelar Wisuda ke-16 di Hotel Novotel

Oleh sebab itu, kata Ustadz Mulya,  fenomena negatif yang dilakukan sebagian oknum pemuda tersebut harus kita carikan solusinya, setidaknya dengan memedomani lima ciri pemuda ideal dalam islam sebagaimana tertera dalam Alquran.

Pertama, memiliki keberanian (syaja’ah) dalam menyatakan yang haq (benar) itu haq (benar) dan yang batil (salah) itu batil (salah). Kemudian, siap bertanggung jawab serta menanggung risiko ketika mempertahankan keyakinannya. Contohnya kisah Nabi Ibrahim yang menghancurkan berhala di Ka’bah dan kisah masyhur Ashabul Kahfi.

Kedua, pemuda hendaknya memiliki inovasi, pembaharuan dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi  untuk mencari dan menemukan kebenaran atas dasar ilmu pengetahuan dan keyakinan.

Baca juga:   SERI THR : BERSYUKUR Oleh M Mandala Sultan Persya,  Siswa Kelas 4 SDIT Al Furqon Palembang

Ketiga, selalu berusaha mencari komunitas dengan teman-temannya yang miliki akidah yang kuat, sebagaimana   pemuda-pemuda Ashabul Kahfi yang dikisahkan Allah SWT pada surah al-Kahfi (18) ayat 13-25. Pemuda memang lebih cenderung mencari teman, nongkrong, dan berorganisasi. Soliditas di kalangan pemuda bisa lebih erat karena dibangun di atas rasa senasib-sepanggungan, bukan iming-iming harta, jabatan, dan lainnya.

Keempat, selalu berusaha untuk menjaga akhlak dan kepribadian sehingga tidak terjerumus pada perbuatan asusila. Hal ini seperti kisah Nabi Yusuf dalam surah Yusuf (12) ayat 22-24.

 

Kelima, memiliki etos kerja pantang menyerah  seperti dicontohkah pemuda Muhammad (Nabi Muhammad SAW) yang menjadikan tantangan sebagai peluang hingga ia menjadi pemuda yang  bergelar al-amin (tepercaya) dari masyarakatnya.(*)

 

Editor : Aspani Yasland

 

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button