NEWS

SDIT Al Furqon Palembang Sekolah Penggerak, Apa Itu ?   

sitalfurqon.com–Selain menyandang predikat Sekolah Adiwiyata, Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al Furqon Palembang juga dikenal sebagai http://maklumatnews.com/tag/Sekolah -Penggerakdi kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel). Gelar baru yang disematkan kepada sekolah yang mengusung tagline “Ahli Fikir, Ahli Zikir, Ahli Ikhtiar ini, berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Nomor 7883/C/HK.03.01/2022, tertanggal 10 Agustus 2022.

Lalu apa itu Sekolah Penggerak?

Mengutip dari laman kemdikbud.go.id , Sekolah Penggerak adalah sekolah yang berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik. Upaya ini dilakukan dengan mewujudkan Profil Pelajar Pancasila, mencakup kompetensi dan karakter SDM terbaik.

Beberapa pihak yang terlibat dalam Program Sekolah Penggerak adalah Pemda, UPT (Pelatih ahli dan Pengawas), Platform Teknologi, Kepala Sekolah, Komite Orang tua, Komite Pembelajaran Guru, Mitra, Guru, dan Murid.

Transformasi Sekolah Indonesia

Ada 4 tahap transformasi sekolah di Indonesia yang dilihat dari 4 aspek, yaitu hasil belajar, lingkungan belajar, pembelajaran, serta refleksi diri dan pengimbasan.

Tahap 1:

Pada tahap ini, hasil belajar lebih dari atau sama dengan 3 tingkat di bawah level yang seharusnya. Keterangan lingkungan belajar adalah perundungan yang menjadi norma dengan pembelajaran yang secara rutin mengalami gangguan. Pada tahap ini, keterangan tidak menjelaskan adanya refleksi diri dan pengimbasan.

Tahap 2:

Hasil belajar pada tahap 2 berada di tingkat 1 sampai 2 yang seharusnya. Lingkungan belajar pada tahap ini menggambarkan adanya perundungan yang masih terjadi, tetap tidak menjadi norma seperti pada tahap 1. Pembelajaran belum memperhatikan kebutuhan dan tingkat kemampuan murid. Sama seperti tahap 1, tidak ada refleksi dan pengimbasan pada tahap 2.

Tahap 3:

Di tahap 3, hasil belajar murid sesuai dengan yang diharapkan, dengan lingkungan belajar tanpa perundungan. Pembelajaran pada tahap ini sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan murid. Refleksi diri dan pengimbasan berupa perencanaan program dan anggaran berbasis refleksi diri. Tidak hanya itu, guru juga mulai melakukan refleksi diri dan perbaikan pembelajaran.

Tahap 4:

Pada tahap terakhir, hasil belajar murid melebihi tingkat yang diharapkan, dengan lingkungan belajar aman dan nyaman, serta inklusif juga menyenangkan. Pembelajaran pada tahap ini berpusat pada murid.

 

Terdapat beberapa refleksi diri dan pengimbasan, yaitu

1.) perencanaan program dan anggaran berbasis refleksi diri,

2.) Refleksi guru dan perbaikan pembelajaran,

Baca juga:   Siswa Kelas 6 SDIT Al Furqon Ikuti Night Study Club

3.) Guru beserta kepala sekolah melakukan pengimbasan

Program Sekolah Penggerak

Program sekolah penggerak merupakan program yang dirancang untuk meningkatkan mutu belajar siswa. Program ini terdiri dari 5 intervensi yang bertujuan mengakselerasi sekolah yang bergerak pada tahap 1-2 agar lebih maju dalam kurun waktu 3 tahun ajaran.

 

Berikut program-program sekolah penggerak:

1. Pendampingan Konsultatif dan Asimetris

Program awal berupa dampingan yang diberikan oleh Kemendikbud kepada Pemerintah Daerah melalui Uji Pelaksana Teknis (UPT) terkait perencanaan Program Sekolah Penggerak.

2. Penguatan SDM Sekolah

Penguatan diberikan kepada SDM Sekolah mencakup, kepala sekolah, pengawas sekolah, penilik, dan guru. Penguatan dilakukan program yang disediakan oleh Kemendikbud berupa program pelatihan dan pendampingan intensif one to one yang diberikan oleh pelatih yang sudah profesional.

3. Pembelajaran dengan Paradigma Baru

Paradigma baru di sini maksudnya adalah pembelajaran yang dirancang sesuai dengan prinsip pembelajaran yang terdiferensiasi. Dengan begitu, siswa dapat belajar sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya masing-masing.

4. Perencanaan Berbasis Data

Perencanaan dilakukan berbasis data yang bersumber dari refleksi diri sekolah. Diawali dengan membuat laporan potret kondisi kualitas pendidikan, kemudian menjadikannya sebagai bahan refleksi diri. Tahap selanjutnya merencanakan program perbaikan dan diakhiri dengan pendampingan oleh UPT dan atau eksper.

5. Digitalisasi Sekolah

Sekolah akan menggunakan berbagai macam platform digital dengan tujuan meminimalisir kompleksitas, meningkatkan efisiensi, dan menambah inspirasi serta melakukan pendekatan yang telah disesuaikan.

Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim,  menjelaskan, perubahan kebijakan reformasi pendidikan di Indonesia tak bisa sukses tanpa ada perubahan di dalam sekolah.

Menurut dia, perubahan di sekolah bisa dimulai dari sekolah-sekolah penggerak yang bisa menjadi contoh dalam kegiatan pembelajaran.

“Saya mau kenalkan satu konsep sekolah penggerak. Sekolah penggerak adalah sekolah yang dapat menggerakkan sekolah-sekolah lain,” kata Nadiem dalam akun Youtube Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Menurutnya, sekolah penggerak bisa menjadi panutan, tempat pelatihan, dan juga inspirasi bagi guru-guru dan kepala sekolah lainnya.

Dalam sekolah penggerak, guru memberikan pelajaran tak hanya satu arah, melainkan suatu berbagai aktivitas yang menyenangkan yang memuat kompetensi-kompetensi bernalar kritis, kolaborasi, dan kreatif.

“Ciri-ciri sekolah penggerak, tiga hal yang kita selalu lihat di sekolah penggerak baik guru maupun siswa. Banyak tanya, banyak coba, dan banyak karya,” tutur Nadiem.

Baca juga:   BERITA FOTO : Siap Digelar !! Big Event Enterprenuer Day 2023 SDIT Al Furqon Palembang

Lalu seperti apa ciri-ciri sekolah penggerak?

Ini rangkuman penjelasan Nadiem sebagaimana dikutip dari KOMPAS.COM.

1. Memiliki kepala sekolah yang mengerti proses pembelajaran siswa dan mampu mengembangkan guru. Menurut Nadiem, sekolah penggerak adalah sekolah yang memiliki kepala sekolah yang tak hanya bisa mengatur operasional suatu sekolah, melainkan juga bisa mengerti proses pembelajaran siswa dan menjadi mentor untuk guru-guru di sekolah.

2. Berpihak pada siswa

Nadiem menyebutkan sekolah penggerak memiliki guru yang berpihak kepada anak. Sekolah penggerak memiliki guru yang mengerti bahwa setiap anak berbeda dan memiliki cara pengajaran yang berbeda. “Sehingga ia mengajar pada level yang tepat untuk anak itu dan yang pas anak itu. Itu ciri-ciri guru penggerak,” ujar Nadiem.

3.Menghasilkan profil siswa

Sekolah penggerak mampu menghasilkan profil siswa yang berakhlak mulia, independent dan mandiri, punya kemampuan bernalar kritis, kreatif, gotong royong, dan punya rasa kebhinekaan dalam negera dan global.

4.Dukungan komunitas

Nadiem mengatakan ciri-ciri dari sekolah penggerak adalah komunitas di sekeliling sekolah itu mendukung proses pendidikan di dalam kelas.

“Dari orang tua sampai tokoh masyarakat, pemerintah setempat. Semuanya mendukung kualitas belajar siswa,” ujarnya.

Dorong Hadirnya Sekolah Penggerak

Untuk meningkatkan kualitas hasil belajar siswa di seluruh Indonesia, dalam beberapa tahun ke depan Kemendikbud akan mendorong hadirnya ribuan Sekolah Penggerak. Sekolah-sekolah ini akan menggerakkan sekolah-sekolah lainnya di dalam ekosistemnya untuk menjadi Sekolah-Sekolah Penggerak selanjutnya.

Program Organisasi

Penggerak memberdayakan masyarakat melalui dukungan pemerintah untuk menginisiasi hadirnya Sekolah-Sekolah Penggerak.

Hal ini dilakukan dengan meningkatkan kualitas guru dan kepala sekolah berdasarkan model-model pelatihan yang sudah terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa.

Kembali kepada SDIT Al Furqon Palembang diatas yang telah berhasil meraih predikat Sekolah Penggerak di kota Palembang, hal ini disebabkan  seperti yang dikemukakan oleh Kepala Sekolah Ustadz Zakiudin, karena program-program  SDIT Al Furqon memang telah disusun secara matang, kemudian diuraikan melalui diskripsi essay, lalu divalidasi dan diobservasi oleh tim ahli. Predikat ini pula sesuai dan senafas dengan visi dan misi SDIT Al Furqon yang ingin menjadi sekolah unggul dan rujukan tidak hanya di Palembang, melainkan  Sumatera Selatan.(*)

Editor : Aspani Yasland   

 

 

 

 

 

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button