NEWS

Memaknai “Ahli Zikir” Dalam Visi SIT Al Furqon Palembang

sitalfurqon.com – Tagline yang merupakan visi Sekolah Islam Terpadu (SIT) Al Furqon Palembang terkenal dengan sebutan membentuk dan mendidik generasi ; “Ahli Pikir, Ahli Zikir, Ahli Ikhtiar”.  Diharapkan, lulusan SIT Al Furqon dalam setiap jenjang pendidikannya, akan membawa bekal ilmu pengetahuan untuk kehidupan duniawinya (Ahli Pikir),  bermodalkan spritualitas ketakwaan kepada Allah Swt untuk menghadapi kebahagiaan akhirat (Ahli Zikir) dan menguasai kiat-kiat entrepreneurship, kewirausahaan demi masa depan yang lebih baik. Untuk mencapai cita-cita tersebut, maka dibutuhkan jiwa juang yang kuat, ulet dan tekun (Ahli Ikhtiar).

Lalu apa makna sesungguhnya Ahli Zikir tersebut?

Menurut AA Gym, pemilik Pesantren Daarut Tauhiid (DT), membentuk generasi ahli zikir itu memiliki beberapa makna. Pertama semua muslim   harus memiliki kemampuan mengelola hati, yang akan menentukan kesuksesannya di dunia dan akhirat nanti.

Kedua, ahli zikir berarti memiliki keterikatan hati dan kedekatan dengan Allah SWT, sehingga membuatnya stabil dalam menghadapi segala tantangan hidup yang menimpanya. Setiap santri hendaknya selalu antusias mengikuti program, karena sejatinya setiap aktivitas yang dilakukan bernilai ibadah dalam pandangan Allah SWT.

Ketiga, ahli zikir selalu merasa segala keberhasilan yang telah dicapai merupakan karunia dan pertolongan dari Allah. Seorang ahli zikir senantiasa merasa rendah di hadapan Allah SWT karena ia tidak mampu melakukan apa pun tanpa ijin dan pertolongan dari Allah.

Keempat, ahli zikir merasakan peran Allah begitu penting dalam hidupnya dan merasa ketergantungan kepada Allah SWT. Pantang berbuat curang karena merasa ditatap oleh Allah, serta tidak melewatkan amal saleh sekecil apa pun. Hal ini karena ia menganggap amal tersebut akan menjadi bekal di akhirat nanti.

Kelima, ahli zikir akan merasakan ketenangan yang hakiki dalam hidupnya, Allah SWT berfirman yang artinya, “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. ar-Ra’d [13]: 28).

Baca juga:   5 Cara Sederhana untuk Mengajarkan Kebaikan pada Anak Anda

Dengan mengingat Allah hati akan menjadi tenang, tenteram, dan bahagia. Ahli zikir memiliki ketenangan, ketenteraman, dan kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat.

Mengutip nu.or.id, secara harfiah (tekstual), zikir berarti mengingat Allah SWT melalui berbagai macam bacaan dan kalimat-kalimat thayyibah (baik).

Secara implisit, arti ahli zikir itu, tertera dalam QS Al-Anbiya’ Ayat 7 secara implisit arti ahli zikir itu yang artinya,  “Kami tiada mengutus rasul rasul sebelum kamu (Muhammad), melainkan beberapa orang-laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka, maka tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui.”

Dalam ayat di atas, disebutkan secara sharih (terang, jelas) mengenai siapakah ahli zikir itu, ialah orang-orang yang berilmu.

Pertanyaan selanjutnya, lalu siapakah orang-orang berilmu itu? Habib Muhammad Luthfi bin Yahya dalam bukunya Secercah Tinta (2014) menjelaskan   ahli zikir adalah para wali dan para ulama yang dalam hatinya terdapat rasa takut (khasyyah) kepada Allah SWT. Dengan demikian, jika dinisbatkan bahwa wali dan ulama juga manusia, maka manusia yang mempunyai ketaatan dan rasa takut kepada Allah juga termasuk ahli zikir. Karena dalam ayat di atas disebutkan bahwa ahli zikir adalah orang-orang berilmu, maka perlu dipahami bahwa ahli zikir bukan sekadar orang yang pintar. Itu artinya semua orang pintar bukan berarti ahli zikir. Ahli zikir ialah orang yang ‘arif, rijalul ‘arif.

Habib Luthfi menyebutkan, kalau orang ‘arif sudah dipastikan ibadahnya baik. Itu semua disaksikan dan diakui oleh Allah yang menciptakan. Para wali, ulama, dan orang-orang ‘arif itulah sumber-sumber akidah, bagaimana umat Islam bisa memahami agama dengan sumber-sumber mutawatir, dapat dipertanggungjawabkan, dan tersambung hingga kepada Nabi Muhammad SAW kemudian sampai kepada seluruh umat. Sebab, orang-orang yang disebutkan di atas mendapatkan kesaksian dalam Alquran yang disaksikan oleh Nabi Muhammad sekaligus diangkat oleh Baginda Nabi.

Baca juga:   Sebuah Refleksi 20 Tahun SIT AL Furqon Palembang : Pengabdian Tanpa Batas

Mengutip BincangSyariah.com, penyebutan  ahli zikir dalam QS Al Anbiya Ayat 7 sebagaimana diterangkan dalam Tafsir Ibn Katsir adalah merupakan nikmat Allah yang sempurna kepada makhluk-Nya. Namun untuk memahami siapa ahli dzikir itu, sebaiknya kita juga bisa menelaah ayat dalam QS Al Nahl ayat 44 yang artinya :

Keterangan-keterangan (mu’jizat) dan kitab-kitab. Dan Kami turunkan kepadamu adz-dzikrah (Al-Qur’an) agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan

Pada cuplikan ayat di atas, Allah menggunakan “adz dzikrah” untuk menyebut Al Qur’an. Maka kolerasinya dari ayat sebelumnya adalah seseorang yang mengerti dan faham tentang Al Qur’an.

Dalam Tafsir Ibn Katsir, sebutan tersebut paling umum disematkan kepada palama. Seseorang yang tentu memiliki pengetahuan yang tinggi dan juga memahami segala aspek tentang Al Qur’an.

Dengan begitu, jika kita ingin bertanya sesuatu, maka bertanyalah kepada kepada orang berpengetahuan dan juga memiliki ketaatan dan rasa takut kepada Allah, bukan hanya yang pintar saja.

Kenapa tidak diartikan kepada ‘orang yang memiliki ilmu pengetahuan’ saja? Pada dasarnya ilmu pengetahuan itu luas sekali. Dan jika yang dimaksud di sini adalah orang-orang yang ahli dalam ilmu pengetahuan –selain ulama’- maka mereka mungkin hanya tahu hal-hal yang kasat mata saja, hanya mengerti hal-hal yang dapat terjangkau oleh sains mereka.  Mereka mungkin tahu mana yang baik (haq) dan mana yang bathil, namun belum tentu mereka mengamalkannya. Seorang koruptor, misalnya, mereka bukanlah orang-orang yang tidak berpendidikan. Mereka adalah orang-orang yang paham hukum. Namun, justru karena ilmu yang dimilikinya mereka mampu melakukan korupsi.(*)

Editor : Aspani Yasland

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button