NEWS

Jangka Sorong

sitalfurqon.com—Nama alat ukur ini sepertinya mulai memudar, terutama di kalangan anak-anak milenial sekarang ini, yaa namanya Jangka Sorong. Agak asing di telinga bila dibandingkan dengan alat ukur seperti mistar, alat penggaris. Namun di kalangan akademisi dan teknologi kreatif, Jangka Sorong merupakan alat pengukur yang vital. Coba bagaimana misalnya mengukur cincin emas atau silinder mesin, kan tak bisa menggunakan mistar.

Oleh sebab itu, Jangka Sorong juga menjadi satu topik praktikum dari mata pelajaran fisika siswa dan siswi Kelas 10 SMAIT Al Furqon Palembang. Para pelajar diajari cara menggunakan alat ukur dua dimensi ini dengan satuan yang lebih kecil yaitu milimeter dengan bentuk benda yang lebih sulit seperti benda berbentuk  bulat.

Baca juga:   Tasyakuran Kelulusan Kelas 12 SMAIT Al Furqon Palembang : 25 Masuk PT Jalur Prestasi, 88 Siswa Hafal Alquran

Soal Jangka Sorong ini, Bunda Dewi Sartika, S.Pd, Guru Fisika SMAIT Al Furqon Palembang mengemukakan bahwa praktek ini diperlukan sebagai bagian dari materi mata pelajaran fisika  dan menambah kemampuan praktek siswa dan siswi untuk mengukur benda dengan satuan terkecil.

Jangka Sorong adalah alat untuk mengukur panjang, diameter luar maupun diameter dalam suatu benda. Selain itu, bisa juga untuk mengukur kedalaman lubang atau bangun ruang, misalnya tabung.

Nah, lanjut Bunda Dewi,  Jangka Sorong lebih dipakai untuk mengukur benda yang ukurannya kecil dan tidak bisa diukur pakai penggaris. “Jadi bisa dibilang tingkat ketelitian Jangka Sorong lebih tinggi dari penggaris dan ini perlu dikenalkan kepada siswa,” jelas Bunda Dewi.  

Baca juga:   Tasyakuran Kelas 6 SDIT Al Furqon Palembang Bakal Bertabur Penghargaan Siswa Berprestasi dan Penghafal Alquran

Dalam bahasa Inggrisnya Jangka Sorong ini disebut vernier caliper karena diambil dari nama penemunya adalah Pierre Vernier,  seorang ahli matematika asal Prancis  pada 1631. Jangka Sorong sudah lama sejak dahulu digunakan di berbagai laboratorium dan pabrik manufaktur untuk QC (quality control) pengukuran. Hal itu karena ketelitiannya, sehingga pengukuran menjadi lebih akurat dan presisi dibandingkan hanya menggunakan mistar atau penggaris biasa. (*)

Editor : Aspani Yasland

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button