NEWS

Anugerah Terindah Bagi SIT Al Furqon Palembang, Ustadz Fikri Irawan, S.Kom Raih Gelar Al Hafidz 30 Juz Alquran

sitalfurqon.com – Suatu anugerah yang tak ternilai harganya yang dilimpahkan Allah Swt kepada segenap jajaran Sekolah Islam Terpadu (SIT) Al Furqon, Palembang karena seorang gurunya sudah berhasil khatam menghafalkan Alquran sebanyak 30 juz. Masyallah tabarokallah. Guru yang sekarang bergelar hafidz itu adalah Ustadz Fikri Irawan, S.Kom. Dia adalah seorang Guru SDIT Al Furqon, Palembang. Di Sekolah Penggerak itu, Ustadz Fikri—demikian panggilan akrabnya—memang pengajar dan pembimbing bagi anak-anak dan guru-guru dalam menghafal Alquran.

 

Diketahui, Ustadz Fikri Irawan, S.Kom Al Hafidz dinyatakan telah menyelesaikan hafalan 30 juz bersanad Riwayat Hafs A’shim, Al Mujiz Al Ustadz Nur Ahmadi, Lc, M.E.Sy Al Hafidz. Dari catatan yang ada, Ustadz Fikri menjadi satu-satunya guru di SIT Al Furqon yang berhasil khatam hafal 30 juz Alquran. Ini sejarah baru bagi lembaga pendidikan yang terkenal dengan motto : “ahli zikir, ahli pikir dan ahli ikhtiar” ini. Dan di belakang Ustadz Fikri memang masih banyak para guru-guru penghafal Alquran yang akan menyusul jejaknya. Semoga sukses dan barokallah Ustadz Fikri.

 

Ustadz Fikri adalah manusia pilihan dan istimewa yang dianugerahkan Allah Swt kemampuan ingatan super sekali. Dia ditakdirkan menjadi seorang yang menjaga kemurnian Alquran   sebagaimana QS Al-Hijr Ayat 9 yang artinya, “ Sesungguhnya, Kamilah yang menurunkan Alquran dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya”.

 

Alquran adalah Kitabullah. Sebuah kitab yang diturunkan lafal dan maknanya oleh Allah Swt kepada junjungan umat islam, Nabi Muhammad Saw. Sifatnya kekal abadi hingga akhir zaman.

 

Alquran merupakan pedoman hidup bagi manusia untuk mendapat kebahagiaan di dunia maupun akhirat. Bahkan, bagi orang yang menjaga Alquran lewat hafalan akan mendapat posisi yang terhormat dan kemuliaan dalam kehidupan di dunia dan akhirat.

 

Seorang hafidz mendapat posisi istimewa di mata Allah Swt dan Rasulullah Saw dan kebaikan, berkah dan kenikmatan serta jaminannya adalah surga. Karena itulah, umat muslim pun dianjurkan untuk menghormati para penghafal Al-Quran.

 

Diriwayatkan dari Utsman bin Affan RA bahwa Nabi SAW bersabda, ”Sebaik-baik kamu ialah orang yang mempelajari Alquran dan mengajarkannya (kepada orang lain).” (HR Bukhari dan Muslim)

Hafidz atau Hafidzah yang umumnya dipahami merupakan sebuah nama atau sebutan bagi seseorang yang mampu menghafal dan mengamalkan Alquran dari juz 1 sampai dengan juz 30.

Ustadz Fikri berfoto bersama (Alm) Al Ustadz KH Nawawi Dentjik Al Hafidz, Imam Besar Masjid Agung Palembang.

Namun  secara etimologi, kata ‘hafidz’ berasal dari bahasa Arab, berarti pelindung atau pengingat. Sebutan hafidz justru ditujukan kepada para ulama hadis. Mereka inilah yang layak menyandang gelar hafidz karena mampu mengingat 100.000 hadis, seperti Ibnu Hajar al-Asqalani.

Baca juga:   BERITA FOTO : SDIT Al Furqon Palembang Selenggarakan Salat Istisqa

 

Berikut Keistimewaan Penghafal Alquran

 1. Golongan Manusia Terbaik

Penghafal Alquran akan menjadi golongan manusia terbaik. Berdasarkan hadis riwayat Bukhari, Nabi Muhammad SAW bersabda:  

Artinya: Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.

Dari hadis tersebut diketahui bahwa Alquran mengandung kebaikan bagi umat Islam. Dengan membaca, menghafal, serta memahami ayat-Nya, Allah akan melimpahkan rahmat dan kasih sayang-Nya.

  1. Lebih Utama Jadi Imam Salat

Rasulullah Saw bersabda dalam hadis riwayat Bukhari yang artinya:

“Yang lebih berhak memimpin kamu adalah yang paling bagus bacaan Alquran di antara kamu.”

  1. Mendapatkan Syafaat

Seorang hafidz dan hafidzah akan mendapat keistimewaan di akhirat. Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah Saw bersabda bahwa Al-Quran bisa memberikan syafaat atau pertolongan kepada para penghafalnya.

Dari Umamah RA bahwa Nabi SAW bersabda,

Bacalah Alquran, karena dia akan datang pada hari kiamat sebagai pembela (pemberi syafaat) bagi orang yang mempelajari dan menaatinya.” (HR Muslim)

. 4. Pahala Berlipat Ganda

Membaca Alquran merupakan salah satu bentuk ibadah kepada Allah. Dalam ibadah ini, Allah berjanji akan melipatgandakan pahalanya menjadi 10 kali lipat.

Dalam hadis riwayat Tirmidzi, Rasulullah Saw bersabda:

“Barang siapa yang membaca satu huruf dari Al-Quran maka baginya sepuluh pahala dan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat, dan aku tidak mengatakan alif-lam-mim itu satu huruf, melainkan alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf tersendiri.”

  1. Keinginan Dikabulkan Allah Swt

Keistimewaan yang didapat oleh penghafal Alquran adalah dikabulkannya keinginan oleh Allah Swt.

Dalam hadis riwayat Tirmidzi, dari Sa’id al-Khudri Ra, Nabi Muhammad Saw bersabda:

“Allah berfirman, ‘Barang siapa yang disibukkan dengan Al-Quran dan mengingat-Ku, maka akan aku berikan keutamaan kepadanya lebih besar dari apa yang Ku berikan kepada lainnya dan keutamaan kalam Allah dibanding kalam lain ibarat keutamaan Allah dengan makhluknya.”

  1. Hati Menjadi Indah dan Tenang

 Bagi penghafal Alquran, hatinya akan menjadi lebih indah dan tenang. Rasulullah bersabda dalam hadis riwayat Tirmidzi:

“Sesungguhnya seseorang yang di dalam jiwanya tidak ada sedikit pun dari Alquran, ibarat sebuah rumah yang rusak.”

Allah Swt berfirman dalam Alquran surah Ar-Ra’d ayat 28 mengenai jiwa manusia yang selalu mengingat Al-Quran dan Allah:

Artinya: (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.

  1. Kedudukan yang Tinggi
Baca juga:   SDIT Al Furqon Palembang Gelar Wisuda ke-16 di Hotel Novotel

Menghafal Alquran adalah salah satu cara untuk mendapatkan kedudukan atau derajat yang tinggi. Nabi Muhammad dalam hadis riwayat Muslim bersabda:

“Sesungguhnya Allah mengangkat derajat kamu dengan kitab ini dan menjatuhkan yang lain.”

  1. Kedua Orang Tuanya akan Disematkan Mahkota

 Keistimewaan lainnya tidak hanya didapat oleh penghafal itu sendiri. Namun, orang tuanya juga mendapat keistimewaan dari Allah Swt. Bagi penghafal Alquran kelak di akhirat orang tuanya akan disematkan mahkota.

Artinya: Dari Mu’adz Al-Juharni RA, Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa membaca Al-Qur’an dan mengamalkan apa yang terkandung di dalamnya, maka kedua orang tuanya akan dipakaikan mahkota pada hari Kiamat yang cahayanya lebih terang daripada cahaya matahari seandainya berada di rumah-rumah kalian di dunia ini. Maka bagaimana menurut perkiraan kalian mengenai orang yang mengamalkannya?” (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

9. Disejajarkan dengan Para Nabi

Rasulullah Saw., bersabda,

Barangsiapa yang membaca (menghafal) Alquran, maka sungguh dirinya telah menyamai derajat kenabian hanya saja tidak ada wahyu baginya (penghafal). Tidak pantas bagi penghafal Alquran bersama siapa saja yang ia dapati dan tidak melakukan kebodohan terhadap orang yang melakukan kebodohan (selektif dalam bergaul) sementara dalam dirnya terdapat firman Allah.” (HR. Hakim).

 10.Para Hafidz akan dianggap keluarga oleh Allah

Sebagai mana yang disampaikan pada Hadits:

“Sesungguhnya Allah itu mempunyai keluarga yang terdiri daripada manusia…” Kemudian Anas berkata lagi, “Siapakah mereka itu wahai Rasulullah?” Baginda menjawab, “yaitu ahli Qu’ran (orang yang membaca atau menghafal Qur’an dan mengamalkannya). Mereka adalah keluarga Allah dan orang-orang yang istimewa bagi Allah.” (HR. Ahmad).

11.Hafidz Menjunjung tinggi Alquran sama dengan Menjunjung tinggi Allah

Rasulullah bersabda “Di antara perbuatan mengagungkan Allah adalah menghormati orang Islam yang sudah tua, menghormati orang yang menghafal quran yang tidak berlebih-lebihan dalam mengamalkan isinya dan tidak membiarkan Alquran tidak diamalkan serta menghormati kepada penguasa yang adil.” (HR. Abu Daud).

12. Diangkat Derajat di Surga

Abu Dawud dan Tirmidzi meriwayatkan sebuah hadis, siapa saja yang menghafal Al-Quran akan diangkat derajatnya lebih tinggi di surga kelak. Allah akan menempatkan mereka di surga berdasarkan banyaknya hafalan yang dikuasai. Maka, semakin sempurna hafalan seseorang, semakin tinggi derajat yang akan ia dapatkan di surga nantinya.(Berbagai sumber)

 

Editor : Aspani Yasland

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button