NEWS

Ini Dia Lima Langkah Agar Istiqomah Dalam Berhijrah

sitalfurqon.com—   “Ada lima usaha yang bisa kita lakukan agar bisa istiqomah dalam berhijrah …,” kata Bunda Ismiranti Nurmasella dalam tausiyahnya pada kegiatan Pelatihan Guru dan Pegawai Baru SIT Al-Furqon Palembang, Senin 6 Februari 2023.

Pertama, meluruskan niat. Sebab niat yang lurus; tidak berbelok-belok; tidak karena ini-itu, akan mempermudah kita sampai kepada tujuan yang ingin dicapai.

Niat yang lurus adalah niat karena Allah. Inilah yang menyebabkan amal perbuatan kita bernilai ibadah atau tidak, diterima atau tidak, berpahala atau justru tercatat sebagai dosa. Jangan sampai kerasnya usaha kita dalam mencapai sesuatu malah berujung pada kesia-siaan belaka.

Kedua, Membersihkan hati. Hati adalah cermin yang pantulannya bisa dilihat dari tingkah laku sehari-hari. Bila hati bersih, bersih pula segala ucap, segala pikir, dan segala tindak. Bila hati kotor, kotor pula apa yang ditampakkan.

Baca juga:   Update (9/11) Donasi Palestina SIT AL FURQON Palembang Rp 249 Juta Lebih

Hati yang bersih mudah menerima hidayah. Ia tergerak pada sinar kebaikan dan terlalu enggan untuk berdekatan degan keburukan, sekecil apapun.

Mereka yang ingin istiqomah hendaklah senantiasa membersihkan hati dari segala penyakit yang mengotorinya.

Ketiga, mencari ilmu. Iman tanpa ilmu ibarat orang buta yang bepergian tanpa pengetahuan. Langkahnya dituntun oleh perasaan. Pikirannya hanya sebatas asumsi praduga.

Keimanan yang sejati adalah keimanan yang memiliki landasan. Allah sendiri melarang kita untuk mengikuti sesuatu yang tidak kita pahami.

Untuk Istiqomah kita mesti paham bagaimana caranya. Untuk bisa berislam secara kaffah kita mesti paham ajaran-ajarannya. Sehingga kita tidak mudah diombang-ambing dan disesatkan. Apa yang kita anggap benar belum tentu benar dan apa yang kita anggap salah belum tentu salah.

Baca juga:   Aa Gym: Cara Memperbaiki Bangsa Ini Adalah Dengan Memperbaiki Akhlak

Keempat, berteman dengan orang sholih.

Dari Abu Hurairah -raḍiyallāhu ‘anhu-, bahwasanya Nabi -ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam- bersabda, “Seseorang itu tergantung agama teman dekatnya. Oleh karena itu, hendaklah seseorang dari kalian memperhatikan siapa yang dia jadikan teman dekatnya.

Kelima, sabar dan menikmati proses.

Dalam hidup ini tidak ada yang tidak memiliki proses. Semua butuh waktu, usaha, dan pengorbanan. Tidak mudah menjadi Istiqomah. Akan ada ada banyak rintangan yang menghadang di tengah jalan.

Oleh sebab itu, Bunda Ismiranti Nurmasella menekankan agar bersabarlah dan nikmatilah perjalanan, sesulit apapun, engkau akan sampai kepada tujuan emui. “Man sahabara zhafira, artinya barang siapa yang bersabar maka ia beruntung,” ujar Bunda Ismiranti Nurmasella mengutip pepatah arab. (*)

 

Reporter :  Akasia Shabir

Editor     :  Aspani Yasland

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button