FOTO UTAMANEWS

Siswa SMP IT Al Furqon Palembang Belajar Sejarah di Museum Balaputra Dewa

sitalfurqon.com—Sebanyak 138 siswa kelas 7 dan  8 Sekolah Menengah Pertama  Islam Terpadu (SMPIT) Al Furqon Palembang belajar sejarah di Museum Negeri Sumatera Selatan Balaputra Dewa (Balaputra Dewa).

Dalam kunjungan edukatif (Kutif) yang berlangsung Selasa, 7 Maret 2023  tersebut, mereka didampingi oleh  Bunda Eka, Guru IPS Kelas 8 Ibnu Kholdun.

Rombongan siswa  sekolah yang mengusung tagline : “ahli fikir, ahli zikir dan ahli ikhtiar” , ini, mendapat penjelasan dari petugas pengelola museum terbesar di Bumi Sriwijaya ini.

Selain itu, para siswa Kelas 8 ini juga melihat langsung berbagai peninggalan sejarah yang ada yang selama ini hanya bisa dibaca di buku-buku sejarah.

Di setiap ruangan mulai dari peralatan-peralatan sejarah peninggalan Kerajaan Sriwijaya, pakaian khas daerah Sumsel, barang-barang yang digunakan masyarakat zaman dahulu hingga Rumah Limas, rumah khas Sumsel, para siswa dapat mengamati langsung dan bisa juga bertanya kepada petugas museum tentang apa yang dilihatnya.

Baca juga:   .

Dengan bersemangat , sebanyak 138 siswa juga melihat-lihat berbagai berisi fosil-fosil manusia purba dan sejarahnya.

Bunda Eka berharap dengan diadakannya kegiatan Kutif ke Museum Balaputra Dewa ini dapat menumbuhkan wawasan dan kecintaan generasi muda terhadap warisan budaya dan dapat turut serta melestarikan warisan budaya.

“Selain itu juga dapat menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap museum dan menumbuhkan minat para pelajar untuk berkunjung ke museum,” ucap Bunda Eka, Guru IPS SMPIT Al Furqon Palembang.

Dalam upaya mengembangkan wawasan dan ilmu pengetahuan peserta didik yang tidak hanya terbatas di dalam kelas saja, selain Kutif ke Museum Balaputra, kelompok Siswa Kelas 9 juga beranjangsana ke SMK Pertanian Sembawa, Kabupaten Banyuasin. Kutif ini berlangsung selama tiga hari, mulai dari tanggal 7 – 9 Maret 2023.

Baca juga:   Update (9/11) Donasi Palestina SIT AL FURQON Palembang Rp 249 Juta Lebih

Untuk diketahui bahwa Museum Balaputra Dewa sendiri dibangun pada tahun 1978 dan diresmikan pada 5 November 1984. Museum ini dikelola oleh Dinas Pendidikan Nasional Sumsel dan dibangun dengan arsitektur tradisional Palembang pada area seluas 23.565 meter persegi.

Di museum ini terdapat sekitar 3.800 koleksi, terdiri berbagai macam jenis koleksi yang diklasifikasikan menjadi 10 jenis, di antaranya Geologika, Biologika, barang-barang tradisional Palembang, ofset binatang dari berbagai daerah di Sumsel dan beberapa miniatur rumah di pedalaman.

Sebagaimana dikutip dari asosiasimuseumindonesia.org , terdapat pula replika prasasti dari arca kuno yang pernah ditemukan di Bukit Siguntang. Koleksi arkeologi dapat diklasifikasikan menjadi tiga periodisasi masa, yakni masa pra sejarah, masa pra Sriwijaya dan masa Sriwijaya. (*)

Reporter : AAN

Editor     : Aspani Yasland

 

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button