NEWS

Para Ustadzah SDIT Al Furqon Palembang yang Menyemarakkan Amaliah Ramadan 1444 H

sitalfurqon.comRamadan 1444 H telah berlalu. Banyak pahala yang telah diperoleh oleh umat islam yang berpuasa ketika tamu mulia datang. Allah Swt juga telah memberikan ampunan dosa dan menjadikan setiap orang yang berpuasa seperti bayi yang baru dilahirkan ibunya. Asal saja, orang berpuasa itu berdasarkan iman dan ihtisab, mengharap ridho Allah.

Dalam hadist Nabi Muhamamad Saw  riwayat Bukhari yang berbunyi ‘‘Man shama Ramadhana imanan wahtisaban ghufira lahu ma taqaddama min dzanbih’’ yang artinya ‘’barangsiapa berpuasa selama bulan Ramadan dengan iman dan ihtisab, maka diampuni Allah dosa terdahulunya.’’

Banyak cara dan metode, umat islam dalam mengisi hari-hari amaliah ramadan agar puasa ini berkualitas, salah satunya dengan majelis taklim, pengajian rutin termasuk tilawah alquran hingga khatam.

Bagi jajaran Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al Furqon Palembang juga menggelar berbagai program ramadan, salah satunya yang bisa dinikmati oleh umat islam diluar jajaran sekolah yang bermotto : “ahli fikir, ahli zikir dan ahli ikhtiar” ini, adalah Taman Hikmah Ramadan (THR) yang merekam tausyiah para ustadzah SDIT Al Furqon yang disebar dalam youtube.

Berikut cuplikan tausiyah para bunda yang telah mengisi THR yang sangat bermanfaat dan memberikan ilmu, inspirasi dan motivasi meningkatkan ibadah dalam bulan puasa lalu.

Ustadzah Bunda Fitrah Diana, S.PD.I, Guru bahasa Arab SDIT Al Furqon Palembang

“Renungan Akhir Ramadan”

Ustadzah Bunda Fitrah Diana, S.PD.I

Ramadan musim seminya orang mukmin. Ramadan adalah bulan keindahan dan kenikmatan orang berpuasa. Indah membaca alquran, indahnya salat, berinfaq, memberi, menyatuni sesama.

Baca juga:   Tolong Menolonglah Kalian dalam Kebaikan

Kenikmatan dan kendahan beribadah selama ramadan bisa terjadi karena landasannya iman kepada Allah. Kenikmatan ini tidak akan ditemukan diluar bulan ramadan. Maka bersyukurlah bagi orang-orang yang berpuasa telah mengisi bulan ramadan ini dengan berbagai aktivtas ibadah.

Dan yang paling penting, dengan berakhirnya ramadan, maka kita umat islam harus tetap menjaga istiqomah menjalani kehidupan diluar ramadan dengan amal ibadah sebagaimana telah dilakukan selama ramadan lalu.

 

Bunda Sulikah, S.Hum,  Guru Bahasa Arab SDIT Al Furqon Palembang

“Dahsyatnya Manfaat Istighfar”

Bunda Sulikah, S.Hum

Istighfar salah satu amalan penting yang didawamkan dalam ramadan. Nabi Muhammad Saw saja beristighfar lebih dari 70 kali dalam sehari. Padahal Rasulullah orang yang maksum, bebas dari dosa. Istighfar juga dilakukan oleh para nabi seperti Nabi Adam dengan doanya yang mashyur, Nabi Musa da para sahabat lainnya.

Istigfar juga menjadi penutup amal ibadah. Ketika lepas salat misalnya, kita dianjurkan mengucapkan istighfar, doa penutup majelis  taklim juga ada istighfarnya.

Mengingat pentingnya istighfar ini, Khalifah

Umar bin Abdul Aziz pernuh menulis surat mengajak rakyat untuk memperbanyak istighfar di 10 hari terkahir ramadan.

Ada kisah yang sangat mengesankan seperti dalam Manaqib Imam Ahmad. Dimana seorang penjual roti yang mendambahkan ingin bertemu dengan Imam Ahmad gara-gara si penjual roti tersebut selalu mengucapkan istighfar ketika mengadon rotinya. Kisahnya Sang Imam pergi ke kota Basrah dan ketika malam tidak dibolhekan tidur di masjid, maka saat itu si penjual roti menawarkan untuk istirahat di rumah saja.

Baca juga:   BERITA FOTO : Mantan Gubernur Sumsel H Herman Deru Meriahkan Big Enterprenuer Day 2023 SDIT Al Furqon Palembang

Imam Ahmad agak heran karena si penjula roti yang baik hati ini, jarang bicara, namun ketika membuat rotinya dia selalu mengucapkan istigfar. “Apa yang sudah kamu dapatkan dengan sernganya beristifar ini,” tanya Imam Ahmad.

Si penual roti pun dengan rasa syukur beruxap, “alhamdulilla, semua yang saya inginkan sudah dipenuhi Allah Swt, hanya satu keinginan yang belum dikabulkan Allah.”

“Apa itu,” sergah Imam Ahmad. Sang penjual roti itupun lantas menjawab,” saya ingin ketemua Imam Ahmad”. Sang Imam langsung terharu dan memeluk si penjual roti sembari berkata,” akulah Imam Ahmad.

Sesungguhnya dengan istighfar, setiap kesempitan bisa menjadi lapang dan setiap masalah akan diberikan Allah jalan keluar. Begitulah dahsyatnya istighfar.

Semoga apa yang telah dicemarahkan oleh para bunda tersebut menjadi jalan pahala dan wasilah menuju surga sebagai dikemukakan dalam hadist riwayat Muslim, Rasulullah Saw bersabda :

Barang siapa menuju kepada kebaikan, maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya”. (HR. Muslim No. 1893).

“Barang siapa menjadi pelopor suatu amalan kebaikan lalu diamalkan oleh orang sesudahnya, maka akan dicatat baginya ganjaran semisal ganjaran orang yang mengikutinya dan sedikit pun tidak akan mengurangi ganjaran yang mereka peroleh. Sebaliknya, barang siapa menjadi pelopor suatu amalan kejelekan lalu diamalkan oleh orang sesudahnya, maka akan dicatat baginya dosa semisal dosa orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosanya sedikit pun” (HR. Muslim No. 1017). (*)

 

Editor : Aspani Yasland

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button