FOTO UTAMANEWS

Sepenggal Kisah Assabiqunal Awwalun SIT Al Furqon Palembang

sitalfurqon.com — Meminjam istilah dalam sirah nabawwiiyah, mereka inilah yang disebut sebagai generasi Assabiqunal Awwalun, yang pertama-tama sekali merintis, berjuang dan membesarkan Sekolah Islam Terpadu (SIT)  Al Furqon Palembang.

Saat itu, 20 tahun silam, mereka sama sekali tidak menyangka lembaga pendidikan ini menjadi begitu favorit di kalangan orang tua di kota pempek ini dan mendapat kepercayaan penuh untuk pendidikan anaknya. Success story.

Kalau di masa Rasulullah Saw, Assabiqunal Awwalun artinya adalah orang-orang pertama yang masuk Islam.  Ini analoginya adalah mereka orang-orang yang menjadi perintis cikal bakal SIT Al Furqon, yang 20 tahun kemudian menjelma menjadi sebuah sekolah yang banyak menelorkan lulusan yang kualitas dan berakhlak mulia. Assabiqunal Awwalun SIT Al Furqon Palembang.

“Saya terkejut sewaktu mendengar bahwa sekolah ini belum ada murid dan tenaga pendidiknya. Ternyata kami  yang diterima saat itu yakni 2 administrasi, 10 guru , 1 Kepala Sekolah menjadi orang- orang pertama dalam merintis pembukaan Sekolah Islam Terpadu (SIT) Al Furqon, dan kami disebut sebagai pendidik karena apapun tugas dan tanggung jawab yang diemban, nantinya sosok kami akan menjadi contoh bagi semua siswa,” kisah Bunda Dwi Murni, SE, sekilas menceritakan awal-awal berdirinya sekolah ini.

Sebelumnya Dwi Murni, perempuan lulusan Universitas Bengkulu ini, sudah dites lulus oleh owner (pemilik) yang baru mendirikan SIT Al Furqon, yang oleh Dwi disebut sebagai seorang owner keturunan Minang bernama Bapak Emil Rosmali dan istri beliau (almh) Umi Desmawati.

Baca juga:   Update (9/11) Donasi Palestina SIT AL FURQON Palembang Rp 249 Juta Lebih

Sebelum perekrutan personil, Bapak Haji Djuliar Rasyid, seorang pengusaha yang juga owner SIT Al Furqon, pada awal tahun 2000 sudah mewakafkan tanahnya seluas 6000 M2 untuk pembangunan fisik gedung SIT Al Furqon, selanjutnya tanah wakaf tersebut menjadi milik yayasan yang dibentuk Bapak Haji Djuliar Rasyid yakni Yayasan Dakwah dan Pendidikan Al Furqon terhitung tanggal 11 September 2000.

Pak Haji, demikian panggilan akrabnya, membangun gedung sekolah dengan biaya dan dana pribadi yang terletak di Jalan R Soekamto, Sekip Ujung Palembang. Pak Haji bercita-cita dengan berdirinya SIT Al Furqon tersebut akan menjadi pencetak generasi penerus bangsa yang islami, berakhlak mulia, sekaligus sebagai ladang dakwah islam.

Selanjutnya Dwi Murni yang sekarang ini diamanahi jabatan Kepala Keuangan SIT Al Furqon, mengungkapkan dirinya ditempatkan sebagai tenaga administrasi keuangan merangkap Front Office yang berkantor di Ruko yang sekarang menjadi Hotel Al Furqon.

Bersama tim guru dan Kepala Sekolah, kata Dwi Murni, mereka bahu membahu mencari siswa yang bersedia mendaftar di sekolah ini sesuai quota yang tersedia adalah 60 siswa untuk SD kelas 1 dan 30 siswa untuk siswa TK.

Baca juga:   Bang Onim Bertandang ke SIT Al Furqon Palembang, Terima Donasi Kemanusiaan Palestina Rp 140 Juta

Selain Pak Haji, Pak Emil Rosmali dan Bunda Ides (almh), Bunda Dwi mengungkapkan mereka yang masuk generasi awal perintis adalah Ustadz Ikhwanul Mujahidin, Lc   yang menjadi Kepala Sekolah, kemudian para guru (almh) Solmawati, Marlinah, Siti Qonaah, Milana Salim, Rita Yusmiawati, Fatmawati, Misdanial, Yuli Pranita, Cecep Supriyatna dan Warman.

Selanjutnya ada juga Ustadz Khoiri, Bunda Meydi, Bunda Siti Nursiah, Bunda Lidyasari, Ustadz Antori (pegawai), Ustadz Jusman dan Ustadz Arisman.

“Seiring perjalanan waktu, ada beberapa rekan dari awal perjuangan mengundurkan diri dan ada pula yang meninggal dunia, sedih pastilah dirasakan, tapi disaat yang sama berdatangan rekan rekan baru yang menjadi bagian perkembangan SIT Al Furqon dari waktu ke waktu,” ucap Bunda Dwi Murni.

Lalu masuk generasi kedua seperti Ustadz Agus Priyatmono alias Gur Pri yang saat ini dipercaya sebagai Kepala SIT Al Furqon, Bunda Salamah yang sekarang menjabat sebagai Kepala Litbang dan Kepegawaian.

Kisah 20 tahun silam adalah sebuah episode cerita keuletan dan kerja keras para Assabiqunal Awwalun SIT Al Furqon Palembang, yang saat ini menjadi kisah sukses berkat ridho dan iradah Allah Swt.[]

Editor : Aspani Yasland

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button