NEWS

Untaian Kata-Kata Sejuk Pak Emil, Spirit Milad 20 Tahun SIT Al Furqon Palembang

sitalfurqon.com—Di tengah suasana kegembiraan rakyat Indonesia memeriahkan Hari Kemerdekaan Indonesia ke- 78 Tahun, jajaran Sekolah Islam Terpadu (SIT) Al Furqon Palembang pun merayakan Milad ke- 20 tahun. Nikmat Allah Swt yang berlipat ganda ini yang patut disyukuri.

Berbicara seputar nikmat Milad Dua Dasawarsa SIT Al Furqon Palembang, yang mengusung tema : “Milad  20 Tahun SIT Al Furqon Mengabdi Untuk Negeri” ini,  Direktur SIT Al Furqon Palembang Drs.H.Emil Rosmali, MH, M.Hum justru mengajak seluruh jajaran, pengelola, para guru dan segenap karyawan untuk selalu bersyukur kepada Allah Swt.

Sebagai orang nomor satu sekaligus pemilik lembaga pendidikan ini, Pak Emil—demikian sapaan akrabnya—tidak banyak membahas atau mengungkapkan kemajuan-kemajuan sekolah ini, seperti kemajuan pembangunan fisik, jumlah siswa ataupun keuntungan finansial, sebagaimana lazimnya komentar-komentar yang biasa kita dengar selama ini berkaitan dengan seremoni ulang tahun.

Pak Emil justru merangkai kalimat-kalimat indah dan kata-kata sejuk sebagaimana yang terlontar dalam Podcast SDIT Al Furqon Palembang yang dipandu Ustadz H. Edi Sapril, S.Pd beberapa waktu lalu.

Pak Emil dengan gaya bicara yang tidak menggebu-gebu ini, sangat menyadari bahwa pencapaian, katakanlah kesuksesan SIT Al Furqon dalam usia 20 tahun ini, tidak dapat dipungkiri, itu berkat rahmat dan ridha Allah Swt.

Perjalanan panjang sejak awal berdirinya SIT Al Furqon Palembang 2003 silam hingga sekarang, kata Pak Emil, semuanya dilalui dengan doa-doa dan perjuangan hijrah yang diberkahi dan dirahmati Allah.

“Saya bersama almarhummah istri (Ibu Ides, red) mulanya mendirikan sekolah ini berawal dari keinginan untuk hijrah saja, kalau Nabi Muhammad dari kota Mekkah ke Madinah, saya dari suatu tempat ke tempat yang lebih baik. Lagi pula, saya usai pulang haji bersama istri 2002, memang berencana mau hijrah dari PT Pusri, resign gitu,” papar Pak Emil.

Baca juga:   Update (7/11) DONASI PALESTINA SIT AL FURQON Palembang Rp 245 Juta

Perjalanan panjang dua dasawarsa ini bisa tercapai dengan sukses adalah berkat ridha Allah. Oleh sebab itu, semua guru dan karyawan, juga harus ridha dengan takdir Allah menjadi bagian dari SIT Al Furqon ini, agar kita semua mendapat ridha Allah Swt.

Pak Emil menegaskan, kemajuan SIT Al Furqon ini adalah untuk kesejahteraan dan kebahagian guru dan karyawan serta semua yang terlibat didalamnya.

Milad 20 tahun ini, katanya, harus dimaknai dengan kesyukuran kepada Allah Swt, tidak dengan menepuk dada, bangga diri apalagi dengan sombong.

“Sombong itu adalah sifat setan pertama, yang ,membangkang kepada Allah, tak mau sujud kepada manusia,” ujar Direktur SIT Al Furqon Palembang.

Ustadz H. Edi Sapril tengah bincang-bincang dengan Pak Emil di Podcash SDIT Al Furqon dengan tema Milad 20 tahun SIT Al Furqon Palembang

Pak Emil berharap keberadaan SIT Al Furqon menjadi wahana dakwah dan syiar islam, solusi orangtua untuk pendidikan anaknya, dan menjadi tempat menggodok generasi islami ke depannya.

“Sekolah ini adalah milik umat. Bukan lagi milik pribadi Emil atau siapa, ini milik umat. Jadi kita tidak terbebani rasa memiliki yang berlebihan,” tegas Pak Emil yang 20 tahun silam bersama Ibu Dwi Murni dan pak Warman merintis berdirinya sekolah.

Waktu itu baru ada 3 kelas, dua lokal untuk TK dan SD, 1 kantor dan ada Gedung Daarun Jannah untuk pengajian dan dakwah islam.

Baca juga:   Outbond SDIT Al Furqon Palembang 2024 : "Membangun Karakteristik Pemimpin Hebat"

Dan alhamdulillah, kata Pak Emil, langsung full siswa. “ padahal kami hanya berpikir pada awal buka mungkin ada 7 siswa,  tapi tau-tau bagai air bah, langsung penuh, panik juga, guru terbatas, tahun pertama penuh, kami kerja learning by doing, langsung full, kerja cepat,” ungkap Pak Emil. Lima tahun pertama, dana yang digunakan masih dana pribadi. Untuk bangun fasilitas dan lainnya.

Milad 20 Tahun SIT Al Furqon ini adalah nikmat yang patut disyukuri. Ini semua berkat doa-doa yang menembus langit yang dipanjatkan selama ini. Ujian dan pengorbanan harus dijalani dengan ridho kepada Allah agar Allah juga ridho kepada kita semua.

Dalam sirah nabawwiyah, kita banyak belajar akan kesabaran, keridhaan para nabi dan rasul dalam menghadapi ujian Allah. Nabi Ibrahim dengan anaknya, Nabi Muhammad dengan umatnya dan lainnya.

Kunci dari semua itu, perjalanan SIT Al Furqon ini harus dilalui dengan makin meningkatkan rasa cinta kita kepada Allah Swt, meletakan Allah dalam hati. “Kalau sudah begitu, maka kita tidak perlu takut dengan apapun dan ujian apapun,” jelas Pak Emil.

Akhirnya, hidup kita ini harus penuh dengan barokah, kebaikan kepada Allah dan Rasulullah, sebagaimana dijarkan dalam Alquran yang seringkali kita tadabburi.

Terakhir, Pak Emil berpesan supaya menjaga nikmat Allah ini, sehingga apa yang telah dicapai 20 tahun SIT Al Furqon dan seterusnya, dapat menjadi amal jariah bagi segenap jajaran guru, karyawan dan semua yang terlibat didalamnya.[]

Editor : Aspani Yasland

 

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button