NEWS

5 Cara Sederhana untuk Mengajarkan Kebaikan pada Anak Anda

sitalfurqon.com–Mengajari anak-anak untuk bersikap baik di dunia saat ini, di mana mereka melihat kekerasan di mana-mana, menjadikan penanaman kebaikan sejak usia muda menjadi lebih penting.

Rasulullah Saw menyebut :

Siapapun yang baik, Allah akan baik padanya; oleh karena itu bersikaplah baik terhadap manusia di muka bumi. Dia yang di surga akan menunjukkan belas kasihan kepadamu.(HR Abu Daud : Tirmidzi)

Senyuman adalah salah satu bentuk kebaikan yang paling sederhana. Nabi Muhammad SAW sering tersenyum, dan itu adalah sunnah bagi kita untuk tersenyum, yang menyebarkan kebahagiaan.

Alquran mengajarkan kita untuk bersikap baik terhadap orang-orang yang ada di sekitar kita. Tidak perlu banyak hal untuk bersikap baik. Begitu Anda melakukannya dengan hati yang tulus dan mencari keridhaan Allah, suatu perbuatan baik (al Ma’un) dapat berubah menjadi pahala yang diperhitungkan pada Hari Pembalasan.

Nabi Muhammad Saw bersabda lagi :

“Jangan pernah meremehkan suatu perbuatan baik. Bahkan pertemuanmu dengan saudaramu (Muslim) dengan wajah ceria”. (HR Muslim)

  1. Orang tua

Anak-anak belajar melalui teladan, jadi bersikaplah baik dan renungkan apa yang ingin Anda lihat dalam diri anak Anda. Ajari anak Anda bahwa kebaikan dapat ditemukan dalam tindakan terkecil, seperti mengatakan sesuatu yang baik kepada seseorang. Memberi salam adalah contoh yang baik dalam melakukan sesuatu yang baik untuk seseorang.

Contoh lainnya, tergantung usia, adalah mencuci atau membantu mencuci mobil ayah atau membantu ibu di dapur. Seiring pertumbuhan anak, mereka akan belajar menghargai dan memahami pengorbanan, pengasuhan, dan perhatian yang diberikan orang tua.

Ketika mereka lebih memahami Islam, hal ini memperkuat kewajiban mereka untuk bersikap baik hati, penuh hormat, penuh kasih sayang, dan sabar.

“Dan Kami perintahkan manusia (berbuat baik) kepada kedua orang tuanya.” (QS Al Ahqaf Ayat 13) 

  1. Belas kasihan
Baca juga:   Siswa SMPIT Al Furqon Palembang Bagikan Sedekah Sembako Ramadan 1444 H Kepada Warga Sekitar Sekolah

Belas kasihan, yang didefinisikan sebagai kesediaan untuk memaafkan dan tidak menghukum, dipandang sebagai kebajikan penting oleh setiap Muslim.

Itu adalah salah satu keutamaan yang identik dengan bersikap baik. Itu adalah sifat yang diperintahkan dalam setiap situasi dan tindakan dan berasal dari hati.

Anak-anak seringkali berada dalam situasi di mana mereka bisa berbelas kasihan. Contohnya adalah berbagi. Daripada bermain sendirian dengan mainan yang ingin dimainkan oleh saudara-saudaranya yang lain, mereka dapat berbagi, dan semua orang dapat menikmati mainan tersebut. Ini menunjukkan belas kasihan pada tingkat dasar.

“Dia yang tidak menunjukkan belas kasihan kepada orang lain, tidak akan diberi belas kasihan.” [HR Al-Bukhari dan Muslim]

  1. Kebaikan Dengan Hewan

Sepanjang hidup kita, anak-anak kita bersentuhan dengan hewan, baik di alam liar maupun sebagai hewan peliharaan. Cara mereka berinteraksi dengan hewan sangatlah penting, dan kita harus selalu mengajari mereka bahwa hal itu berarti.

Tindakan kebaikan yang sederhana adalah melemparkan roti untuk dimakan burung. Nabi Muhammad Saw mendorong orang-orang di sekitarnya untuk menunjukkan rasa hormat dan martabat terhadap semua hewan karena mereka dianggap sebagai bagian dari ciptaan.

Selain itu, pada hari kiamat, hewan yang dianiaya akan bersaksi melawan siapa pun yang menganiaya mereka.

Jadi, ajari anak Anda untuk bersikap baik terhadap hewan, baik mereka dirawat atau tidak, dan dorong orang lain untuk melakukan hal yang sama.

“Barangsiapa berbuat baik kepada makhluk Tuhan, berarti baik kepada dirinya sendiri.” [HR Al-Bukhari dan Muslim]

  1. Rasa syukur

 Syukur dikatakan sebagai kualitas bersyukur, dan dalam Islam dikatakan sebagai tujuan penciptaan kita. Mengajari anak-anak bahwa ucapan ‘terima kasih’ yang sederhana tidak membutuhkan waktu lama namun berdampak seumur hidup adalah tindakan kebaikan yang sangat penting namun sederhana.

Baca juga:   BERITA FOTO : Meriahnya Perhelatan "Al Furqon Competition"

Contoh langsungnya adalah mengucap syukur ketika menerima sesuatu, dan dengan anak yang lebih besar, mengingat orang lain dalam doanya.

Rasa syukur dapat memperkuat iman mereka karena mereka belajar melakukan perbuatan baik dengan hati yang tulus untuk mencari keridhaan Allah.

“Jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambahimu [nikmat]; tetapi jika kamu mengingkari, sesungguhnya azab-Ku sungguh berat.” [QS Ibrahim Ayat 7]

  1. Kemurahan hati

Kemurahan hati datang dalam segala bentuk. Anak-anak dapat belajar bagaimana menjadi murah hati melalui interaksi mereka dengan anak-anak lain hanya dengan membantu mereka.

Seorang anak bermurah hati dengan membantu saudaranya menemukan sesuatu. Tergantung pada usianya, mereka bisa bermurah hati dengan uangnya, menyumbang untuk amal dan tujuan baik.

Namun, kemurahan hati tidak hanya berarti membantu seseorang secara finansial; anak-anak dapat menyumbangkan pakaian bekas dan mainan lamanya kepada mereka yang membutuhkan.

Sifat dermawan sangat dijunjung tinggi sehingga menjadi bagian dari rukun Islam yang berupa zakat atau zakat.

“Dan apa saja yang kamu infakkan (di jalan Allah), niscaya Dia akan menggantinya.” [QS Saba Ayat 39]

Dengan mengajari anak-anak Anda kekuatan niat, mereka akan menaruh lebih banyak kebaikan di dunia. Dengan hati yang ikhlas dan demi Allah Saw, kalian berdua akan memetik pahalanya.

Kebaikan adalah tindakan hati. Itu terletak pada perkataan dan perbuatan kita, maka sebarkanlah kebaikan kepada orang sekitar.

Dan berbuat baik. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (QS Al Baqarah Ayat 195)

[Penulis Nadia Ali dikutip dari About Islam]

Editor : Aspani Yasland 

 

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button